Minggu, 25 April 2010

Perjalanan ini....


Kusmayanto Kadiman pernah mengatakan, “ .. bahwa pensiun berarti kita sudah dekat ke luar lorong, bukan menjelang masuk lorong..” ( Bisnis Indonesia, 28 Pebruari 2010 ).
Ada yang paham apa maksudnya ? Seandainya belum, Penulis akan menunjukkan maksudnya melalui contoh yang dibuat oleh Budiman (55 th), yang akan menyelesaikan tugas lamanya sebagai penjabat Kepala seksi Pengelolaan Kekayaan Negara I Kantor Wilayah IV DJKN Palembang pada bulan Mei mendatang.


Setelah 32 tahun melewati karirnya dalam tonggak integritas dan willing to serve pada Republik ini, dia telah mempersiapkan sebuah goal set baru dalam hidupnya.

“Saya ingin jadi pengusaha, Mas..”, ungkapnya pada suatu waktu , “Saya sudah lama jadi pengusaha, tapi karena kesibukan, jadi nggak pernah maksimal. Mungkin nanti kalau sudah pensiun, Saya bisa total..” tandasnya.
loh..emang Bapak sudah pernah jadi pengusaha apa?” tanya Saya minder, lah gimana nggak minder, jangankan jadi pengusaha, wong mikirin mau usaha apa aja, malesnya minta ampun..keluh Saya di dalam hati. Dan jadilah pada hari itu Saya berdecak kagum tak henti-henti mendengar kisah enterpreneur yang hebat meluncur dari mulut seorang yang menurut Saya sangat rendah hati dan sederhana. Bagaimana perjuangannya mulai dari menjadi penjual telur, peternak ayam dan bebek, sampai bagaimana sangat menggiurkannya keuntungan dari usaha distribusi minyak tanah.


Nah mozaik inilah yang dimaksudkan oleh mantan Menristek Kusmayanto Kadiman, sebagai multiple goal ciri khas dalam pola enterpreneurship, ke luar dari lorong sempit untuk menuju jalan raya yang lebih besar. Sebuah perjalanan yang belum berakhir, dengan menetapkan rute baru sebagai cara untuk menetapkan sasaran baru.


Jujur saja, tulisan ini dibuat atas dua alasan : pertama, betapa masih banyak paradigma yang berserakan mengenai konsep pensiun, retired from atau retired to, dan Saya terinspirasi konsep yang telah dimiliki oleh Budiman, bagaimana bisa seorang Ketua RT yang humble kok memiliki karakter jiwa wirausaha yang andal ya? ( ya bisa saja lah :-)), kemudian yang kedua bahwa pensiun adalah bagian dari sebuah perjalanan yang masih akan berlanjut.. (menurut Saya, kata “pensiun” lebih berharga tinimbang “purnabhakti”, kenapa? Ayo tebak..)

dan berikut ini adalah profil singkat sang inspirator dalam perjalanannya...


Saya mengenal Budiman belumlah lama, namun tidak perlu butuh waktu yang lama untuk dapat mengerti sikap zahirnya.  Semoga kesederhanaan, keramahtamahan, dan pribadi yang hangat itu tidak akan lekang, meskipun nanti kesuksesan akan dilimpahkan oleh Allah SWT pada akhirnya, insya Allah..
Selamat berkarya, Pak Bud... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feed Count