
Pernahkah Anda menyaksikan pengendara kendaraan bermotor, entah itu sepeda motor atau mobil yang walaupun lampu lalu lintas masih berwarna merah, sang pengendara pun dengan gagah beraninya tancap gas - main trabas, atau seandainya di depannya ada pengendara lain, malah dengan beringas - tampang buas - (halah) membunyikan klakson kendaraannya karena ingin cepet-cepet jalan..? pernah ? atau malah sering ? atau seringnya malah Anda sendiri ? olala..
Sebenarnya.. benang merah yang ingin Saya sampaikan adalah betapa yang Anda saksikan, alami bahkan mungkin lakukan - termasuk Saya mungkin -, merupakan sebuah potret yang terjadi bahwa nilai-nilai kedisiplinan di Indonesia - mungkin (Saya sering menggunakan kata mungkin untuk menunjukkan bahwa Saya adalah seorang yang optimis..hmm) - telah luntur. Bahwa perilaku-perilaku indisipliner sangat mudah kita temui mulai dari skala kecil sampai besar, dari seluruh aspek mikro - makro, mulai dari buang sampah sembarangan padahal telah disediakan tempat sampah, menyeberang jalan tidak pada tempatnya, berkendaraan tanpa menggunakan helm, atau berhelm tidak standar, sampai kepada perilaku bisnis atau tindak pidana korupsi
Kemungkinan besar (lagi-lagi mungkin soalnya Saya tidak punya dasar psikologi sih) hal tersebut disebabkan minimnya tingkat pendidikan dasar, bukan akademis loh. Kenapa begitu ? sebab sangat banyak Saya temukan individu dengan latar belakang akademis tetapi masih juga menunjukkan perilaku-perilaku indisipliner. Jadi..singkat kata Saya akhinya sampai pada kesimpulan akhir bahwa pendidikan dasar itu adalah pendidikan berasal dari dalam keluarga, bahwa mengawali pembentukan manusia Indonesia yang berdisiplin, teguh dan mandiri adalah tugas keluarga.
Bagaimana keluarga memberikan spektrum pemahaman agama yang terus menerus, pembinaan akhlak tanpa putus, penciptaan pribadi dan karakter atau sekedar menanamkan kesuritauladanan, adalah peristiwa yang sangat penting dalam proses pembentukan individu-individu yang hebat.
Cobalah kita renungkan bersama seberapa intens-kah kita dalam mendidik putra-putri kita, sudahkah kita mencontohkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak-anak? Ingat..! kedisiplinan bukan hanya sekedar keteraturan dalam menjalankan sebuah tatanan, lebih dari itu, kedisiplinan adalah bagaimana mentransliterasikan kewajiban ke dalam prinsip hidup yang melekat kuat tanpa tergoyahkan secara materi, lingkungan maupun tekanan..
Itu adalah tanggung jawab Anda, Saya, kita selaku orang tua dari anak-anak bangsa ini.. ! dan yakinlah setiap perbuatan kita akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak..
SELAMAT BERJUANG
(diambil dari blog pribadi)
Sebenarnya.. benang merah yang ingin Saya sampaikan adalah betapa yang Anda saksikan, alami bahkan mungkin lakukan - termasuk Saya mungkin -, merupakan sebuah potret yang terjadi bahwa nilai-nilai kedisiplinan di Indonesia - mungkin (Saya sering menggunakan kata mungkin untuk menunjukkan bahwa Saya adalah seorang yang optimis..hmm) - telah luntur. Bahwa perilaku-perilaku indisipliner sangat mudah kita temui mulai dari skala kecil sampai besar, dari seluruh aspek mikro - makro, mulai dari buang sampah sembarangan padahal telah disediakan tempat sampah, menyeberang jalan tidak pada tempatnya, berkendaraan tanpa menggunakan helm, atau berhelm tidak standar, sampai kepada perilaku bisnis atau tindak pidana korupsi
Kemungkinan besar (lagi-lagi mungkin soalnya Saya tidak punya dasar psikologi sih) hal tersebut disebabkan minimnya tingkat pendidikan dasar, bukan akademis loh. Kenapa begitu ? sebab sangat banyak Saya temukan individu dengan latar belakang akademis tetapi masih juga menunjukkan perilaku-perilaku indisipliner. Jadi..singkat kata Saya akhinya sampai pada kesimpulan akhir bahwa pendidikan dasar itu adalah pendidikan berasal dari dalam keluarga, bahwa mengawali pembentukan manusia Indonesia yang berdisiplin, teguh dan mandiri adalah tugas keluarga.
Bagaimana keluarga memberikan spektrum pemahaman agama yang terus menerus, pembinaan akhlak tanpa putus, penciptaan pribadi dan karakter atau sekedar menanamkan kesuritauladanan, adalah peristiwa yang sangat penting dalam proses pembentukan individu-individu yang hebat.
Cobalah kita renungkan bersama seberapa intens-kah kita dalam mendidik putra-putri kita, sudahkah kita mencontohkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak-anak? Ingat..! kedisiplinan bukan hanya sekedar keteraturan dalam menjalankan sebuah tatanan, lebih dari itu, kedisiplinan adalah bagaimana mentransliterasikan kewajiban ke dalam prinsip hidup yang melekat kuat tanpa tergoyahkan secara materi, lingkungan maupun tekanan..
Itu adalah tanggung jawab Anda, Saya, kita selaku orang tua dari anak-anak bangsa ini.. ! dan yakinlah setiap perbuatan kita akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak..
SELAMAT BERJUANG
(diambil dari blog pribadi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar