
Masih dalam tema Reformasi Birokrasi, Menteri Keuangan Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu telah mengadakan kontrak kerja kepada seluruh pimpinan Eselon I vertikal, yang mengadopsi metode pemetaan dan perencanaan strategis berbasiskan kartu skor berimbang (balanced scorecard). Sekedar mengulasbalik, tulisan ini akan memuat secara bersambung konsep dasar dan implikasi metode tersebut.
Selamat membaca !
Konsep Dasar balanced scorecard
balanced scorecard adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Profesor Robert S Kaplan dan David P Norton dari Harvard Business School yang merupakan suatu pendekatan alternatif untuk menghubungkan operasi dan pengendalian strategis, dengan menyediakan suatu rumusan jelas mengenai apa yang harus diukur oleh sebuah perusahaan untuk menyeimbangkan sudut-sudut pandang dalam pelaksanaan dan pengendalian rencana-rencana strategis
balanced scorecard bukan hanya sekedar sistem pengukuran belaka, namun lebih merupakan sebuah sistem manajemen yang memungkinkan perusahaan untuk lebih memperjelas startegi, menerjemahkan strategi menjadi tindakan dan menghasilkan umpan balik yang bermanfaat atas proses usaha internal dan hasil eksternal secara terus-menerus agar dapat menyempurnakan kinerja dan hasil strategis
Metode ini mengadaptasi ideologi konsep total quality management (TQM) yaitu berupa kualitas pelanggan, perbaikan berkesinambungan, pendelegasian wewenang dan umpan balik berbasis pengukuran yang luas yang mencakup data dan hasil keuangan tradisional yang mengkombinasikan output dari proses bisnis internal dan outcome strategi bisnis, dan menciptakan sebuah proses "umpan balik lingkaran ganda". Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode balanced scorecard menghubungkan dua bidang zona dalam pelaksanaan strategi yaitu operasi kualitas dan hasil keuangan - yang biasanya dirumuskan secara terpisah - namun kini secara nyata saling berkaitan pada saat perusahaan mana pun melaksanakan kebijakan strategisnya
Dan esensinya adalah konsep ini mengajak para manajer untuk mengembangkan standar pengukuran, mengumpulkan data dan menganalisanya berdasarkan perspektif :
Program pengendalian strategis dan menyeluruh ini memfokuskan pada
keseluruhan tugas manajemen yang dapat disesuaikan secara radikal berdasarkan umpan-umpan balik dengan tujuan paling utama adalah mempertahankan kesuksesan bisnis secara terus-menerus dan jangka panjang serta mewujudkan terjadinya pertambahan nilai secara berkesinambungan di semua aspek
(bersambung..)
Selamat membaca !
Konsep Dasar balanced scorecard
balanced scorecard adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Profesor Robert S Kaplan dan David P Norton dari Harvard Business School yang merupakan suatu pendekatan alternatif untuk menghubungkan operasi dan pengendalian strategis, dengan menyediakan suatu rumusan jelas mengenai apa yang harus diukur oleh sebuah perusahaan untuk menyeimbangkan sudut-sudut pandang dalam pelaksanaan dan pengendalian rencana-rencana strategis
balanced scorecard bukan hanya sekedar sistem pengukuran belaka, namun lebih merupakan sebuah sistem manajemen yang memungkinkan perusahaan untuk lebih memperjelas startegi, menerjemahkan strategi menjadi tindakan dan menghasilkan umpan balik yang bermanfaat atas proses usaha internal dan hasil eksternal secara terus-menerus agar dapat menyempurnakan kinerja dan hasil strategis
Metode ini mengadaptasi ideologi konsep total quality management (TQM) yaitu berupa kualitas pelanggan, perbaikan berkesinambungan, pendelegasian wewenang dan umpan balik berbasis pengukuran yang luas yang mencakup data dan hasil keuangan tradisional yang mengkombinasikan output dari proses bisnis internal dan outcome strategi bisnis, dan menciptakan sebuah proses "umpan balik lingkaran ganda". Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode balanced scorecard menghubungkan dua bidang zona dalam pelaksanaan strategi yaitu operasi kualitas dan hasil keuangan - yang biasanya dirumuskan secara terpisah - namun kini secara nyata saling berkaitan pada saat perusahaan mana pun melaksanakan kebijakan strategisnya
Dan esensinya adalah konsep ini mengajak para manajer untuk mengembangkan standar pengukuran, mengumpulkan data dan menganalisanya berdasarkan perspektif :
- inisiative and growth (Pembelajaran dan Pertumbuhan), scorecard menekankan pada pengukuran yang berhubungan dengan inovasi, dimensi teknologi, siklus pengembangan produk, peningkatan proses operasi yang terus- menerus
- business process (Proses Bisnis Internal), pengukuran efektifitas melalui tingkat produktivitas, waktu siklus, tingkat kualitas, periode tidak produktif dan pengukuran biaya
- customer (Kepuasan Pelanggan / stakeholder), perspektif kepuasan pelanggan secara khusus berhubungan dengan tingkat keluhan, pengembangan produk dan layanan, tingkat pelayanan publik yang berasal dari input pelanggan langsung
- financial (Keuangan/Biaya), menggunakan pengukuran arus kas, pengembalian atas modal, penjualan dan pertumbuhan/peningkatan penghasilan
Program pengendalian strategis dan menyeluruh ini memfokuskan pada
keseluruhan tugas manajemen yang dapat disesuaikan secara radikal berdasarkan umpan-umpan balik dengan tujuan paling utama adalah mempertahankan kesuksesan bisnis secara terus-menerus dan jangka panjang serta mewujudkan terjadinya pertambahan nilai secara berkesinambungan di semua aspek(bersambung..)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar